Banyak jalan menuju kiamat ala layar Hollywood. Dalam film The Core
yang tayang di layar bioskop beberapa tahun lalu, peradaban di muka bumi
ini akan segera musnah karena inti bumi tak lagi berputar. Ketika inti
bumi yang membara dan berada di kedalaman 3.000 kilometer berhenti
berputar, planet ini kehilangan medan magnet yang melindunginya dari
badai radiasi matahari.
Josh Keyes, ilmuwan dari University of Chicago, yang diperankan aktor
Aaron Eckhart, bersama timnya ditugasi pemerintah Amerika Serikat
mengebor perut bumi hingga menembus inti planet ini untuk menanamkan
muatan nuklir. Sentakan energi nuklir itu diharapkan membuat inti bumi
kembali berputar. Tapi peristiwa ini hanya terjadi di The Core, yang
disutradarai Jon Amiel. “Film itu hanya menggabungkan sekelumit fakta
dengan sejumlah besar omong kosong,” kata Larry Newitt, peneliti di
Badan Survei Geologi Kanada.
Berbeda dengan kutub utara geografis (menjadi rujukan penentuan
lokasi) yang statis, kutub magnet bumi memang terus berubah. The Core
mungkin hanyalah khayalan Hollywood, tapi fakta bahwa medan magnet bumi
terus melemah memang sungguh-sungguh terjadi. Diperkirakan setiap
seratus tahun kekuatan magnetik bumi berkurang lima persen. “Kami tak
berani menjamin, beribu-ribu tahun dari hari ini, medan magnet bumi itu
masih ada di tempatnya,” Mario Acuna, peneliti medan magnet planet di
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menujum, beberapa waktu lalu.
Tak cuma berkurang kekuatannya, kutub magnet bumi terus beralih
lokasi. Pelaut Inggris, James Clark Ross, menemukan kutub magnet utara
pada 1831 di Cape Adelaide, Semenanjung Boothia, Kanada. Penjelajah
Norwegia, Roald Amundsen, yang mengunjungi kutub utara magnetik 72 tahun
kemudian, menemukan ternyata posisinya sudah bergeser 50 kilometer ke
selatan. Namun kecepatan pergerakan dua kutub jauh berbeda. Kutub utara
magnetik, yang saat ini berada di perairan Arktik di utara Kepulauan
Ellesmere, Kanada, bergerak jauh lebih cepat dibanding pasangannya di
ujung selatan.
Kutub utara, menurut geofisikawan University of Washington, Ronald
Merrill, berpindah posisi dengan kecepatan 40 kilometer per tahun.
Saudaranya, kutub selatan, tak banyak beranjak, hanya bergeser lima
kilometer setiap tahun. Dalam seabad terakhir, kutub utara sudah
bergeser hingga 1.100 kilometer. “Dan terus bertambah cepat,” ujar
Newitt.
Sepanjang abad ke-20, kecepatan rata-rata kutub utara bergeser hanya
10 kilometer setiap tahun ke arah barat laut, menjauhi perairan Arktik,
dan semakin mendekati Siberia di Rusia (lihat infografis).
Paleomagnetis-ahli sejarah magnet bumi-dari Oregon State University, Joe
Stoner, bahkan memperkirakan kutub utara magnetik akan berada di
Siberia dalam setengah abad mendatang.
Apakah ramalan Stoner benar-benar akan terjadi, tak ada yang sanggup
memastikannya. “Mungkin saja ini hanya rotasi sementara sebelum berputar
balik ke arah Kanada,” ujar Stoner. Perubahan kekuatan dan kecepatan
bergerak kutub magnet ditentukan pergolakan inti bumi. Dinamika cairan
logam superpanas dalam perut bumi yang biasa disebut geodinamo inilah
yang mengatur medan magnet di utara dan selatan. Namun tak ada yang
benar-benar tahu, kecuali kisah fiksi Josh Keyes di The Core, apa yang
terjadi di kedalaman 3.000 kilometer perut bumi.
Selama berpuluh tahun diteliti, lapisan-lapisan esnya dibor, kemudian
diuji apa saja kandungan endapan dalam setiap lapisannya, kutub magnet
bumi masih tetap merupakan sebuah misteri besar. Seandainya dapat
menjangkau pun, tak ada makhluk yang bisa bertahan pada suhu sekitar
5.500 derajat Celsius di perut bumi. Tapi dari penelitian itu setidaknya
dapat diketahui bahwa kutub utara magnetik tak selalu berada di utara.
Dalam rentang jutaan tahun umur bumi, sudah ratusan kali kedua kutub
magnet bumi bertukar posisi. Kutub utara loncat ke selatan dan
sebaliknya. Itu berarti jarum kompas pun tak selalu menunjuk ke utara.
Kejadian itu sudah begitu lama berlalu. Terakhir kali kedua kutub
magnet bertukar posisi 780 ribu tahun lampau. Apakah melemahnya kekuatan
magnet dan melonjaknya kecepatan pergeseran kutub utara merupakan
pertanda awal pertukaran posisi kutub magnet? Joe Stoner meragukannya.
“Saya tak melihat buktinya.” Menurut dia, perubahan saat ini kemungkinan
besar hanyalah siklus normal.
Dan kalaupun kedua kutub benar-benar bertukar posisi entah berapa
puluh tahun lagi, tak akan terjadi kiamat bagi kehidupan di bumi. “Kedua
kutub berulang kali bertukar posisi di masa lampau, toh kehidupan tak
berakhir,” kata Glatzmaier, peneliti medan magnet bumi dari University
of California, Santa Cruz.
Selasa, 05 Februari 2013
Selasa, 29 Januari 2013
NABI ADAM AS
Pertanyaan saya mengenai surat Al A’raf ayat 19. Ketika disebutkan setelah diciptakan Adam as berdiam di surga, yang dimaksud surga itu apakah surga yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala, atau surga di tempat lain? ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa surga itu tempat yang sangat indah di bu
Dalam kesempatan ini saya berusaha untuk menganalisa kembali tentang ‘apakah benar bahwa Hawa sebagai penyebab terusirnya Nabi Adam dari surga?”, dengan mengadakan perbandingan antara dua kitab suci yaitu al-Qur’an dan Perjanjian Lama (Taurat). Mungkin sebagian menganggap hal ini merupakan permasalahan yang telah usang. Namun bagi saya tidak ada salahnya kita kembali menganalisanya masalah tersebut. Benarkah Hawa sebagai penggoda yang menyebabkan Nabi Adam berbuat dosa (dosa di sini ialah melakukan yang sebaiknya ditinggalkan atau istilah lainnya ialah tarkul aula (meninggalkan yang utama untuk kemaslahatan), bukan dosa dalam artian berbuat haram karena di surga sana belum terdapat taklif untuk manusia) dan akhirnya terusir dari surga?
Namun sebelum memasuki pembahasan, terlebih dahulu terdapat satu pertanyaan yang harus kita jawab sebagai prolog untuk memasuki pembahasan pokok, sehingga permasalahan menjadi lebih transparan.
Pertanyaan: “Apakah sejak semula Adam diciptakan untuk tinggal di muka bumi, atau untuk tinggal di surga?”
Jawab: Sejak semula Nabi Adam dan Hawa (manusia) telah diciptakan Tuhan untuk tinggal di bumi, bukan untuk tinggal di surga, sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah 30 yang berbunyi:
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
Dalam ayat di atas ungkapan “Fil Ardhy” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “di muka bumi”. Dalam ayat tadi, Allah swt telah mengatakan kepada para malaikat bahwa Dia hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, dan tidak mengatakan untuk tinggal di surga. Hal itu terjadi terjadi sebelum penciptaan Nabi Adam dan Hawa, yang akhirnya para malaikat protes kepada Allah swt tentang hal itu, namun Allah swt memberikan jawaban kepada mereka bahwa Dia lebih mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh para malaikat. Perihal ini dapat anda lihat dalam lanjutan ayat di atas.
Namun, sebelum turun ke muka bumi, Allah telah menempatkan Adam dan Hawa di surga untuk ditraining dan diuji sebelum memasuki kehidupan dunia yang tentunya lebih sulit dibanding kehidupan di surga tersebut. Ujian serta training tersebut sebagai bekal mereka dalam kehidupan di muka bumi. Di sisi lain, para ahli tafsir Qur’an mengatakan bahwa surga tempat Nabi Adam dan Hawa tinggal bukanlah surga setelah kiamat. Dengan alasan;
Pertama; Surga pasca Kiamat penghuninya akan kekal di dalamnya dan tidak akan keluar darinya, sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa ayat al-Qur’an seperti dalam surat Fath ayat 5, al-Hadid ayat 12, al-Mujadalah ayat 22, at-Taghabun ayat 9 dan lain sebagainya. Sementara surga yang ditempati oleh Nabi Adam dan Hawa, mereka tidaklah kekal di dalamnya, buktinya akhirnya mereka keluar dari surga tersebut.
Kedua; Syetan tidak dapat masuk ke dalamnya. Sementara surga Nabi Adam dan Hawa dapat dimasuki oleh syetan yang telah menggoda mereka.
Ketiga; Surga pasca Kiamat adalah yang disediakan sebagai balasan amal manusia, artinya surga adalah balasan untuk orang-orang yang telah berbuat baik. Namun surga Nabi Adam dan Hawa tidak seperti itu, sebelum mereka beramal (taklif) telah dimasukan ke dalam surga.
Keempat; Surga di akherat kelak bersifat bebas mutlak untuk para penghuninya. Dalam arti, tidak ada larangan sedikitpun, berbeda dengan surga Adam-Hawa dimana mereka dilarang untuk memakan buah Khuldi yang ada di surga tersebut.
Setelah menyelesaikan prolog di atas, marilah kita memasuki pembahasan pokok yaitu menjawab sebuah pertanyaan: “Apakah benar Hawa penyebab turunnya Adam dari surga?” dengan mengadakan study komparatif antara Al-Qur’an dan Perjanjian Lama .
Apabila kita merujuk ke kitab suci Al-Qur’an maka jawabannya ialah negative. Terdapat dalam beberapa surat yang telah menjelaskan penciptaan Nabi Adam dan Hawa dalam al-Qur’an, seperti dalam surat al-Baqarah dari ayat 34-38, an-Nisa ayat 1, al-A’raf, 19-24 dan Thoha ayat 115-122. Namun yang telah menjelaskan secara terperinci ialah terdapat dalam surat al-A’raf. Dimana dalam surat tersebut telah dijelaskan pula sebab terusirnya Nabi Adam dan Hawa dari surga. Dalam surat tersebut telah dijelaskan pula bahwa sumpah palsu syetan yang menyebabkan mereka dikeluarkan dari surga. Allah swt telah menegur kedua-duanya (Nabi Adam dan Hawa) atas perlakuannya. Mari kita perhatikan kandungan ayat-ayat berikut ini, apakah dapat diambil kesimpulan bahwa Hawa sebagai penyebab turunnya Adam dari surga?:
“(dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarang kalian dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”(al-A’raf 19-22)
Berdasarkan ayat di atas, sumpah palsu syetan dengan mengatakan kepada Adama dan Hawa bahwa sebab pelarangan Tuhan untuk memakan buah tersebut ialah, karena Tuhan tidak ingin mereka menjadi malaikat dan kekal di dalamnya. Tidak cukup di situ, bahkan syetan pun telah bersumpah dengan mengatakan bahwa ia melakukan hal itu karena demi kebaikan mereka berdua. Silahkan kembali cermati secara seksama ayat di atas!
Lebih jelas lagi terdapat dalam surat Thoha ayat 117-121 yang berbunyi:
“Maka Kami berkata: “Hai Adam, Sesungguhnya Ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya. Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?“. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya Maka dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
Keterangan; Yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah Karena lupa dan dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. Dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. Kesalahan Adam a.s meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, Karena tingginya martabat Nabi Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang Bagaimanapun kecilnya.
Mari kita bandingkan ayat di atas dengan yang terdapat dalam kitab perjanjian lama (Taurat) yang sudah terjadi banyak penyelewengan berkaitan dengan isinya, niscaya akan kita dapati bahwa jawabannya adalah positif, Hawa-lah penyebab terusirkannya Nabi Adam dari surga. Dalam kitab perjanjian lama dalam ‘bab penciptaan Adam dan Hawa’ telah dijelaskan bahwa Hawa sebagai penyebab diturunkannya Adam dari surga. Bahkan Tuhan menegur Adam kenapa mengikuti ucapan istrinya untuk memakan buah terlarang. Dengan kata lain, Hawa yang telah menyebabkan Nabi Adam melakukan kesalahan. Saya dapatkan hal ini dari terjemahan (edisi Arab dan juga edisi Persia) Perjanjian Lama. Namun saya yakin, edisi terjemahan kitab tersebut dapat dipertanggungjawabkan karena merupakan terjemahan resmi. Dan insyaAllah pemahaman saya dari terjemahan tersebut tidak akan melenceng dari isinya. Kurang lebih isinya seperti ini:
“Telah berkata ular kepada wanita (Hawa): “Kenapa telah memerintahkan Tuhan kalian untuk tidak memakan semua (buah) pepohonan surga? Lantas wanita (Hawa) tersebut menjawab pertanyaan ular; “Kami memakan buah-buahan pepohonan yang ada di surga. Namun dari buah pohon yang ada di tengah surga, Tuhan telah melarang kami untuk memakannya, dan kami tidak boleh mendekatiya karena kami akan mati. Ular berkata; “Kalian berdua tidak akan mati. Karena sesungguhnya Tuhan mengetahui bahwasanya setiap saat kalian memakan dari buah pohon itu, maka mata kalian akan terbuka dan kalian akan menjadi seperti Tuhan, akan mengetahui kebaikan dan kejahatan. Wanita (Hawa) melihat buah pohon tersebut baik untuk dimakan dan enak dipandang. Maka ia mengambil dari buah pohon tersebut dan memakannya, ia memberikan buah pohon tersebut kepada suaminya (Adam), dan iapun (Adam) memakannya. Maka terbukalah mata mereka, dan ketika mereka mengetahui dalam keadaan telanjang maka mereka menyambungkan dedaunan dari pohon tin dan mereka membuat sarung untuk mereka berdua. Di saat itu terdengarlah suara Tuhan yang sedang berjalan di surga ketika mendekati sepoi-sepoi angin setelah zuhur. Maka bersembunyilah Adam dan Hawa dari wajah Tuhan di antara pepohonan surga. Lantas Tuhan memanggil Adam seraya berkata: “Dimana engkau? Adam menjawab: “Aku mendengar suara-Mu di surga, maka aku takut karena aku dalam keadaan telanjang , karena aku malu (telanjang) maka aku sembunyi. Tuhan berkata kepadanya (Adam): “Siapa yang telah memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engaku telah memakan buah yang telah Aku larang untuk tidak memakan darinya? Adam menjawab: “Tuhanku, wanita (Hawa) ini yang telah Engkau jadikan teman untukku yang telah memberikan buah dari pohon itu kepadaku lalu aku memakannya. Kemudian Tuhan berkata kepada wanita (Hawa): “Kenapa engkau melakukan hal ini?. Wanita (Hawa) menjawab: “Ular itu yang telah menipuku, lalu aku memakannya.” Kemudian Tuhan berkata kepada Ular: “Karena engkau telah melakukan hal ini, maka akan terlaknatlah (terusir) engkau dari seluruh binatang dan semua binatang melata. Engkau akan berjalan pada dadamu dan engkau akan makan tanah selama hidupmu…kemudian Tuhanpun berkata kepada wanita (Hawa): “Akan kuperbanyak rasa sakitmu, dan kehamilanmu, engkau akan melahirkan anak dengan rasa sakit dan engkau akan berada di bawah kekuasaan laki-laki (di bawah perintah laki-laki), serta ia akan menguasaimu. Dan berkata Tuhan kepada Adam: “Karena engkau telah menuruti ucapan istrimu, dan engkau telah memakan buah dari pohon yang telah aku larang untuk memakan darinya, maka setelah itu bumi terlaknat dalam pekerjaanmu, dengan susah payah engkau akan makan darinya pada seluruh hari-hari kehidupanmu…lantas Tuhan mengeluarkan Adam dari surga… ” .
Silahkan bandingkan dengan surat Thaha dari kitab suci al-Qur’an di atas! Dimana syetan telah menggoda dan membisikan kepada Adam secara langsung (yang ditulis tebal). Namun dalam Perjanjian Lama, ular (syetan) pertama menggoda Hawa, kemudian Hawa membujuk Nabi Adam untuk memakan buah khuldi yang akhirnya Adam ditegur oleh Tuhan karena telah menuruti dan tergoda ucapan istrinya yang akhirnya menyebabkan ia terusir dari surga. Namun dalam al-Qur’an kedua-duanya telah ditegur oleh Allah swt, karena baik Nabi Adam maupun Hawa telah tergoda oleh sumpah palsu syetan. Lihat dalam al-Qur’an sejak semula syetan telah menggoda Adam dan Hawa dengan mengatakan ‘kalian berdua’ (karena dalam ayat tersebut menggunakan ‘dhamir mutsana’, yaitu kata ganti orang yang menunjukkan dua orang) ), bukan syetan hanya menggoda kepada Hawa, lalu Hawa menggoda Nabi Adam:
“Tuhan kamu tidak melarang kalian dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua”. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. (al-A’raf 19-21)
Kesimpulan:
· Dalam al-Qur’an Hawa bukanlah penyebab Nabi Adam as terusir dari surga, akan tetapi sejak semula Nabi Adam as pun sebagaimana Hawa telah tertipu oleh sumpah palsu syetan.
· Sumpah palsu ialah; pertama, syetan telah bersumpah bahwa tidaklah Allah swt telah melarang Nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah khuldi melainkan karena Dia tidak ingin mereka kekal seperti para malaikat. Kedua, syetan bersumpah bahwa ia melakukan hal ini hanyalah demi kebaikan mereka berdua.
· Karena kedua-duanya telah bersalah maka Allah swt menegur kedua-duanya.
· Namun dalam kitab Perjanjian Lama, pertama syetan (yang dalam kitab tesebut disebut ular) menipu Hawa, kemudian Hawa menggoda Nabi Adam untuk memakan buah khuldi.
· Oleh karena itu, setelah Tuhan mengetahui pelanggaran atas pelarangannya, pertama Tuhan menegur Adam. Sewaktu Tuhan menegur Nabi Adam karena kesalahannya, Nabi Adam mengatakan bahwa perempuan yang Engkau ciptakan untuk jadi temanku (Hawa) yang telah membujukku untuk memakannya. Jadi, secara tidak langsung Hawa sebagai penyebab ia berbuat salah dan akhirnya terusir dari surga.
· Setelah itu, kemudian Tuhan menegur Hawa, kenapa telah menggoda Adam untuk memakan buah terlarang?
· Oleh karena itu, secara tidak langsung menurut kitab Perjanjian Lama Hawa sebagai penyebab terusirnya Nabi Adam dari surga, sebagaimana yang selalu kita dengar selama ini.
Sumber:
Al-Qur’an
Perjanjian Lama (Taurat) edisi bahasa Arab.
Tafsir Mizan karya Allamah Thabathabai’
Tafsir Tasnim, karya Ayatullah jawadi Amuli
Tafsir Nemuneh, Ayatullah Makarim Syirazi
Catatan:
· Kenapa Hawa dinamakan Hawa? Karena ia merupakan ibu para Makhluk hidup (maksudnya manusia). Karena Hawa berasal dari akar kata ‘Hayun’ yang artinya hidup.
· Adam dinamakan Adam, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis dari Imam Shadiq ia berasal dari akar kata: ‘Adim’ yang artinya bagian permukaan tanah.
Bagi yang dapat memahami bahasa Arab dapat langsung merujuk sendiri kepada 2 sumber (al-Quran dan Perjanjian lama edisi Arab) tersebut. Sebenarnya saya ingin sekali melihat kitab aslinya yang berbahasa Ibrani, namun percuma saja, karena saya sendiri tidak bisa memahami bahasa Ibrani. Saya pun telah berusaha men-search kitab Perjanjian Lama yang berbahasa Indonesia di internet, khususnya yang berkaitan dengan pembahasan ini, namun tidak mendapatkannya. Jalan terakhir saya menggunakan rujukan saya ke kitab Perjanjian Lama edisi bahasa Arab dan Persia.
(Argumen Teks Penguat Terakhir)
Namun begitulah kenyataannya di berbagai ayat-ayat suci al-Quran, pedoman primer orang yang mengaku sebagai muslim. Sepintas, sepertinya saya ini sangat berambisius sekali mengafirmasikan bahwa bukanlah Hawa yang telah membuat Nabi Adam as terusir dari surga, seperti mitos yang kita dengar selama ini. Mitos yang tidak bersumber dari sumber-sumber primer dan sekunder kaum muslimin yang dapat dipertangggungjawabkan melalui jalur ilmiah. Sebagaimana pada artikel-artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang tema ini dengan melihat pandangan al-Qur’an dan kitab Perjanjian Lama dengan membuat perbandingan di antara keduanya. Konklusi dari kajian komparatif antara kedua kitab suci ini ialah bahwa dalam kitab Perjanjian Lama, Hawa (Eva) sebagai penyebab terusirnya Nabi Adam as dari surga. Sedang kitab suci al-Qur’an dengan tegas telah menafikan hal itu, dan menganggap Setan sebagai penyebab terusirnya mereka.
Ketika saya membuka-buka kembali kitab suci al-Quran, mata saya tertuju pada surat al-A’raf ayat 27 dimana dengan sangat gamblang menjelaskan tentang hal ini. Dalam ayat ini, Allah swt mengatakan bahwa Setanlah yang telah mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga; “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia Telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami Telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman”.
Al-Qur’an dengan sangat jelas mengatakan bahwa Setan-lah yang telah mengeluarkan ibu-bapa manusia yakni Adam as (dan Hawa) dari surga, bukan Hawa, ibu kaum manusia. Dan ketika kita dapati beberapa hadis-hadis –yang tidak ada jaminan kebenaran dan keterjagaannya dari pendustaan- yang sebagai sumber sekunder (pasca al-Quran) yang bertentangan dengan al-Quran yang dijamin keotentikannya dan keterjagaannya dari pendustaan, maka saya kira sepakat semua kelompok muslimin dalam menindaklanjuti hadis-hadis israiliyat semacam itu, membuangnya jauh-jauh dari ensiklopedia hadis Nabi saww.
Selasa, 04 Desember 2012
SEJARAH MANUSIA
perbedaan kerangka manusia purba yang ditemukan serta ciri-cirinya, masih relevan dengan perbedaan ras manusia seperti yang saat ini sudah ada di dunia.
Seluruh tulisan tersebut mengerucut pada sebuah teori, yang disebut Teori Penciptaan, bahwa manusia serta seluruh makhluk bukan berasal dari materi dan berevolusi (seperti teori Darwin), melainkan diciptakan oleh Tuhan secara langsung.
Teori Evolusi Darwin, dengan berdasar kepada temuan 100 Juta Fosil yang ditemukan, baik yang berasal dari awal pembentukan bumi (3 Milyar Tahun yang lalu) sampai kepada Jaman Manusia.
Dasar penolakannya cuma 1 saja, yaitu tidak
ada perubahan yang signifikan antara makhluk yang hidup puluhan, ratusan bahkan
milyaran tahun yang lalu dengan makhluk sejenis saat ini. Kalaupun teori
evolusi itu benar, seharusnya mereka sudah berubah bentuk sejak lama.Teori Darwin mengatakan bahwa manusia berasal
dari monyet? Benarkah demikian? Sebenarnya yang dibuat oleh Darwin hanyalah
sebatas suatu teori yang belum bisa di ketahui kebenarannya secara pasti.
Tetapi kalau diteliti secara pasti, memang ada sih kemiripan manusia dengan
monyet/kera. Bisa dilihat dari simetris tubuhnya, adanya persamaan fisik,
jumlah ruang jantung, dsb.Ada sesuatu kejadian yang membuat saya memikirkan ulang teori Darwin tersebut. Ini tejadi pada waktu saya mengikuti praktukum Qiraah di kampus saya, UIN Alauddin Makassar. Dosen pembimbingku, pak Hajir memberikan sedikit cerita tentang sejarah Nabi Musa a.s. yang dicantumkan dalam kitab suci agama Islam, Al-Quran. Kurang lebihnya seperti ini ceritanya
Suatu hari, kaum Nabi Musa a.s. mengadakan sembahyang guna
untuk menyembah kepada yang Sang Pencipta, Allah SWT. Kaum Nabi Musa a.s.
mengadakan sembahyang berjamaah pada hari sabtu (Islam mengadakan sembahyang berjamaah,
seluruh umat Islam di dunia pada waktu Jumat, Shalat Jumat). Pada suatu hari,
kaum Nabi Musa tidak lagi sembahyang di tempat persembahyangan. Apa yang mereka
lakukan? Mereka ternyata kelaut untuk menangkap ikan karena pada waktu itu laut
tiba-tiba dibajiri oleh ikan. Ikan seolah-olah brkumpul dan ikut bersembahyang,
bertasbih kepada Tuhan Semesta Alam. Singkat cerita, Nabi Musa a.s. mengtahui
hal ini dan memohon kepada Tuhan agar manusia tersebut diberi pelajaran karena
telah melalaikan ibadah kepada Tuhan. Akhirnya doa Nabi Musa a.s. diterima dan
orang-orang yang telah berdusta itu dikutuk menjadi monyet.
Seperti itulah cerita yang disampaikan dosenku. Saya berfikir tentang, teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet. Sungguh memalukan sekali, manusia dahulunya berasal dari monyet? Dalam ajaran agama Islam, manusia pertama kali diciptakan dari tanah, kemudian dari air mani kemudian menjadi segumpal darah dan kemudian menjadi daging (kalau tidak salah nih.. He…). Dan bagaimana dengan manusia pertama yang ada di muka bumi ini, Nabi Adam a.s . Saya rasa semua agama tahu kalau nabi Adam bukanlah monyet, melainkan manusia pertama yang ada dimuka bumi ini. Iya kan?
Jadi, hikmah yang dapat diambil dari sini yaitu janganlah samakan manusia dengan hewan. Memang ada sifat manusia yang menyerupai hewan tetapi secara fitrahnya dia adalah benar manusia, bukan hewan. Manusia berbeda dengan hewan. Manusia memiliki akal dan pikiran sedangkan hewan tidak. Manusia adalah makhluk Tuhan yang sempurna. Sehingga kita sebagai manusia harus selalu beriman dan bertaqwa kepada sang pencipta. Selalu bersyukur atas nikmat yang tak terhingga yang diberikan Tuhan kepada kita.
Seperti itulah cerita yang disampaikan dosenku. Saya berfikir tentang, teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet. Sungguh memalukan sekali, manusia dahulunya berasal dari monyet? Dalam ajaran agama Islam, manusia pertama kali diciptakan dari tanah, kemudian dari air mani kemudian menjadi segumpal darah dan kemudian menjadi daging (kalau tidak salah nih.. He…). Dan bagaimana dengan manusia pertama yang ada di muka bumi ini, Nabi Adam a.s . Saya rasa semua agama tahu kalau nabi Adam bukanlah monyet, melainkan manusia pertama yang ada dimuka bumi ini. Iya kan?
Jadi, hikmah yang dapat diambil dari sini yaitu janganlah samakan manusia dengan hewan. Memang ada sifat manusia yang menyerupai hewan tetapi secara fitrahnya dia adalah benar manusia, bukan hewan. Manusia berbeda dengan hewan. Manusia memiliki akal dan pikiran sedangkan hewan tidak. Manusia adalah makhluk Tuhan yang sempurna. Sehingga kita sebagai manusia harus selalu beriman dan bertaqwa kepada sang pencipta. Selalu bersyukur atas nikmat yang tak terhingga yang diberikan Tuhan kepada kita.
Secara umum,
ada berbagai perdebatan tentang apakah manusia modern sekarang
ini berkembang di Afrika, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia atau
berkembang dari manusia Neanderthal di Eropa. Dalam hal ini, kita berhadapan
dengan suatu periode waktu yang sangat panjang dan tidak bisa begitu saja
dipastikan. Para peneliti juga pernah menemukan lukisan gua di Perancis Selatan
yang diperkirakan sudah ada sejak 30.000 tahun sebelum Masehi. Paparan tersebut
menyatakan bahwa terdapat problem fundamental di dalam penelitian ilmiah
tentang asal usul manusia, yakni bahwa suatu bukti fisik yang kecil seringkali
dijadikan suatu fondasi bagi teori besar tentang perkembangan dan proses
migrasi manusia purba. Dengan kata lain, satu batu kecil bisa jadi titik awal
bagi suatu teori masif tentang asal usul manusia.
Pemahaman umum tentang evolusi menempatkan manusia dalam perspektif yang lebih global, yakni membuka fakta bahwa manusia terdiri dari kode-kode genetis yang ternyata juga dimiliki oleh semua bentuk kehidupan lainnya. Pada abad ke -19 sampai sekarang, teori evolusi telah banyak mengalami perkembangan. Beragam penemuan telah dilakukan. Beragam analisis baru juga telah diajukan, terutama tentang proses evolusi manusia yang terjadi selama berjuta - juta tahun.
Bumi terbentuk kira-kira 5 Milyar tahun yang lalu. Tumbuh-tumbuhan primitif dan daratan kering mulai terbentuk kira-kira 410 juta tahun yang lalu. Jadi, pada awal bumu ini terbentuk di dalamnya hanya ada air dan belum ada kehidupan. SEkitar 4 juta tahun yang lalu muncul suatu species di Afrika yang merupakan percabangan dari kera. Species itulah yang nantinya berkembang menjadi homo sapiens, atau manusia sekarang ini. Australopithecus yang ditemukan pertama kali di Ethiopia hidup sekitar 4 juta tahun yang lalu. Sekitar 1 juta tahun yang lalu, homo erectus hidup di Afrika, Asia, dan Eropa.
Pada tahun 1871 Darwin akhirnya merasa sudah waktunya untuk mengemukakan kepada publik topik tentang asal usul manusia. ia menguraikan alasan untuk mempercayai bahwasana manusia dan kera memiliki leluhur jauh yang sama dan bahwasana semua ciri manusia, tidak peduli sebagaimanapun anehnya, telah berevolusi melalui serangkaian langkah yang bertahap. Walaupun teori darwin ini menuai banyak protes dari kebanyakan ilmuan yang beranggapan bahwa manusia sebagai mahluk yang terpisah dari dunia hewan. Sebagian dari para ilmuan tersebut teguh dengan keyakinannya bahwa asal usul manusia terjadi secara bertahap dan melalui tahap seleksi alamiah sendiri.
Pemahaman umum tentang evolusi menempatkan manusia dalam perspektif yang lebih global, yakni membuka fakta bahwa manusia terdiri dari kode-kode genetis yang ternyata juga dimiliki oleh semua bentuk kehidupan lainnya. Pada abad ke -19 sampai sekarang, teori evolusi telah banyak mengalami perkembangan. Beragam penemuan telah dilakukan. Beragam analisis baru juga telah diajukan, terutama tentang proses evolusi manusia yang terjadi selama berjuta - juta tahun.
Bumi terbentuk kira-kira 5 Milyar tahun yang lalu. Tumbuh-tumbuhan primitif dan daratan kering mulai terbentuk kira-kira 410 juta tahun yang lalu. Jadi, pada awal bumu ini terbentuk di dalamnya hanya ada air dan belum ada kehidupan. SEkitar 4 juta tahun yang lalu muncul suatu species di Afrika yang merupakan percabangan dari kera. Species itulah yang nantinya berkembang menjadi homo sapiens, atau manusia sekarang ini. Australopithecus yang ditemukan pertama kali di Ethiopia hidup sekitar 4 juta tahun yang lalu. Sekitar 1 juta tahun yang lalu, homo erectus hidup di Afrika, Asia, dan Eropa.
Pada tahun 1871 Darwin akhirnya merasa sudah waktunya untuk mengemukakan kepada publik topik tentang asal usul manusia. ia menguraikan alasan untuk mempercayai bahwasana manusia dan kera memiliki leluhur jauh yang sama dan bahwasana semua ciri manusia, tidak peduli sebagaimanapun anehnya, telah berevolusi melalui serangkaian langkah yang bertahap. Walaupun teori darwin ini menuai banyak protes dari kebanyakan ilmuan yang beranggapan bahwa manusia sebagai mahluk yang terpisah dari dunia hewan. Sebagian dari para ilmuan tersebut teguh dengan keyakinannya bahwa asal usul manusia terjadi secara bertahap dan melalui tahap seleksi alamiah sendiri.
Asal usul manusia.
Asal usul manusia purba. Manusia. Asal usul manusia menurut sains. Asal usul
manusia menurut para ahli. Asal usul kehidupan manusia. Manusia purba dan
penjelasannya.
Teori asal usul
manusia. Asal mula manusia purba. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan.
Asal mula manusia. Asal usul manusia purba di indonesia. Manusia dan ilmu
pengetahuan. Asal usul ilmu.
Asal usul manusia
menurut teori darwin. Asal usul kejadian manusia. Proses migrasi manusia purba.
Asal usul kejadian manusia menurut sains. Manusia menurut ilmu pengetahuan.
Asal usul terjadinya manusia. Asal mula ilmu pengetahuan.
Asal mula kehidupan
manusia. Teori asal usul manusia menurut para ahli. Berapa banyak asal mula
kehidupan. Makalah asal usul manusia. Jelaskan asal usul manusia indonesia.
Teori tentang asal usul manusia. Proses kejadian manusia menurut ilmu
pengetahuan.
Asal usul manusia menurut
darwin. Pengertian asal usul manusia. Kehidupan pada zaman praaksara. Asal usul
manusia menurut ilmuwan. Macam macam manusia purba beserta penjelasannya. Asal
usul kejadian manusia menurut para ahli. Gambar manusia pra aksara.
Asal manusia purba. Asal
mula manusia menurut ilmu pengetahuan. Asal usul manusia menurut sejarah. Teori
manusia purba. Teori darwin tentang manusia purba. Asal usul kejadian manusia
menurut ilmuwan. Gambar manusia praaksara.
Gambar pra aksara.
Asal usul manusia modern. Awal terjadinya manusia. Teori darwin tentang asal
usul manusia. Teori evolusi manusia purba. Manusia purba beserta keterangannya.
Artikel asal usul manusia purba.
Asal usul kehidupan
manusia purba. Video kehidupan manusia purba. Asal usul manusia menurut para
ilmuwan. Gambar manusia purba dan penjelasan. Asal mula pengetahuan. Asal mula
kehidupan manusia di bumi. Migrasi manusia pada masa pra aksara.
Proses terjadinya
manusia menurut teori darwin. Video asal usul manusia. Proses manusia purba.
Asal usul terbentuknya manusia. Teori asal mula manusia. Sejarah asal usul
manusia. Asal usul manusia prasejarah.
Teori migrasi asal
usul manusia indonesia. Sejarah manusia menurut ilmu pengetahuan. Manusia
menurut sains. Manusia purba beserta penjelasannya. Video pra aksara. Asal usul
manusia purba indonesia. Teori terjadinya manusia.
Asal usul manusia
indonesia. Artikel evolusi manusia purba. Sejarah manusia menurut para ahli.
Asal usul perkembangan manusia purba. Asal mula manusia menurut para ahli. Asal
manusia. Terjadinya manusia menurut ilmu pengetahuan.
Teori darwin asal
usul manusia. Proses terjadinya manusia purba. Asal usul manusia indonesia
menurut para ahli. Makalah asal mula manusia. Asal mula kejadian manusia. Asal
usul manusia menurut ahli. Gambar asal usul manusia.
Manusia praaksara.
Manusia pra aksara di afrika. Gambar manusia purba dengan penjelasannya. Ilmu
pengetahuan manusia. Teori evolusi manusia menurut para ahli. Kejadian manusia
menurut teori darwin. Konsep asal usul manusia.
Asal usul manusia di
bumi. Manusia menurut teori darwin. Asal manusia menurut para ahli.
Perkembangan manusia purba. Teori migrasi manusia di indonesia. Makalah asal
usul manusia purba. Teori tentang manusia purba.
Selasa, 16 Oktober 2012
RASI BINTANG
Tentang Rasi Bintang
Teman-teman di sini mungkin sudah tahu tentang rasi bintang. Sejak dahulu orang telah mengenal bintang-bintang dan mengelompokannya menjadi rasi/konstelasi bintang. Mereka memberi nama rasi bintang sesuai tokoh dalam mitologi mereka misalnya rasi Orion si pemburu, Sagitarius, Gemini, Leo, Scorpio, dan yang lainya.
Orang Indonesia sejak dahulu sudah mengenal beberapa rasi bintang terutama bintang di langit selatan yang di kaitkan dengan hidup keseharian mereka seperti petani dalam menentukan waktu musim tanam, nelayan dalam menentukan arah, waktu dan musim tangkap ikan, demikian pula pemuka adat dalam menentukan waktu melakukan suatu aktivitas.
Contoh beberapa bintang yang sudah di kenal waktu itu :
- Rasi Orion di kenal sebagai bintang waluku
- Rasi Crux yang di kenal sebagai bintang layang-layang
- α dan β centauri sebagai bintang timbang
- Pleiades sebagai bintang kartika
Bila kita keluar pada malam hari pada musim kemarau bulan juni menghadap ke timur kita bisa melihat rasi scorpio dimana bintang yang paling terang di situ / α nya adalah Antares yang hampir mirip dengan planet mars dalam hal warnanya. Pada malam yang cerah itu pula kita dapat melihat jalur putih yang membentang di antara bintang-bintang yang kita kenal dengan nama Bima Sakti.
International Astronomical Union(IAU) pada tahun 1928 meresmikan 88 buah rasi bintang dan menentukan batas pada setiap rasinya.contohnya Rasi orion dengan Taurus.
MATAHARI
Menyingkap Keajaiban Alquraan
Matahari adalah unit terbesar dari sistem tata surya kita. Matahari sangatlah panas dan mengandung gas yang selalu terbakar. Di permukaannya selalu terjadi ledakan bagaikan jutaan bom atom yang dijatuhkan tiap waktu. Ledakan ini menghasilkan lidah api raksasa yang ukurannya 40 atau 50 kali lebih besar dari bumi kita.Matahari seperti bola api raksasa yang memberikan panas dan cahaya yang sangat besar dari permukaannya. Ruang angkasa, bagaimanapun, gelap gulita. Bumi kita adalah salah satu bagian yang indah dari kegelapan mutlak itu. Dan, tidak ada unit lain selain matahari di tata surya kita yang mampu menyinari dan menghangatkan bumi kita. Apabila bukan dari matahari, maka akan terjadi malam selama-lamanya, dan setiap daerah akan terselimuti es. Kehidupan dengan begitu akan mustahil, dan kita pun tidak akan ada.
Panas yang diberikan matahari akan sangat tinggi selama musim panas. Namun, matahari jaraknya jutaan kilometer dari bumi, dan hanya 0,2 persen dari panasnya yang benar-benar mencapai bumi. Sejak suhu di bumi bisa sangat tinggi, meskipun matahari letaknya begitu jauh, bagaimana dengan suhu matahari itu sendiri?
Temperatur di permukaan matahari adalah 6.000 derajat Celcius, dan 12 juta derajat Celsius di dalamnya.
Allah telah menciptakan jarak yang sempurna antara bumi dan matahari. Apabila jarak matahari lebih dekat dengan kita, maka semua yang ada di bumi akan menguap dan terbakar. Begitu juga, apabila jaraknya lebih jauh dari saat ini, maka semua daerah akan tertutupi es. Dengan begitu, tentu saja, kehidupan akan mustahil.
Daerah kutub, daerah yang mendapatkan panas paling sedikit dari matahari, secara permanen diselimuti oleh es, sedangkan daerah ekuator, yang mendapatkan lebih banyak panas, selalu panas. Namun, perbedaan suhu antara kutub dan ekuator ini yang menyebabkan terciptanya iklim moderat di bumi secara keseluruhan, dan iklim inilah yang menyokong terwujudnya kehidupan. Hal tersebut adalah salah satu tanda dari tidak terhitungnya bukti cinta Allah kepada manusia.

Bila matahari lebih besar atau lebih kecil, lebih jauh ataupun lebih dekat dengan bumi, maka sangat tidak mungkin terjadi kehidupan di planet kita.
Bagaimanapun juga, Allah menciptakan matahari, bumi dan sistem tata surya dengan sedemikian teraturnya agar kita dapat hidup dengan nyaman. Di ayat lain dalam Al-Qur’an tertera bagaimana matahari dan bulan selalu bergerak sesuai perintah Allah :
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya : "Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya)." (QS An-Nahl : 12)
Selasa, 09 Oktober 2012
PROSES TERCIPTANYA ALAM SEMESTA MENURUT AL QURAN DENGAN PENELITIAN ILMIWAN BARAT
Proses Terciptanya Alam Semesta Menurut Al-Quran dan Perbandingannya dengan penelitian ilmuwan barat
Published on October 19, 2009
in Artikel Islam and Renungan.
Artikel
yang akan Anda baca dibawah ini, sekali lagi menguatkan iman dan
kebenaran islam, dimana Al Quran yang turunkan kepada Rasulullah
bukanlah omong kosong, murni firman dari Allah. Al Quran sudah
menjelaskan bagaimana asal muasal alam semesta tercipta, dan penelitian
abad 19 menunjukkan kesamaan hasil penelitian dengan yang termaktub
dalam Al Quran yang diturunkan sekitar 610 Masehi.Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori big bang), disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 miliar tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik. Mungkin banyak di antara kita yang telah membaca tentang teori tersebut.
Sekarang, mungkin ada di antara kita yang ingin tahu bagaimana Al-Quran menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini. Dalam Quran surat Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan:
أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا*ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ*ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ (٣٠)
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Lalu dalam Quran surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman:
ثُمَّ اسۡتَـوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡاَرۡضِ ائۡتِيَا طَوۡعًا اَوۡ كَرۡهًا ؕ قَالَتَاۤ اَتَيۡنَا طَآٮِٕعِيۡنَ ﴿۱۱
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,
lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya
menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab:
“Kami datang dengan suka hati”.Beberapa hal yang mungkin mengejutkan bagi para pembaca Al-Quran di abad ini adalah fakta tentang ayat-ayat dalam Al-Quran yang menyebutkan tentang tiga kelompok benda yang diciptakan(Nya) yang ada di alam semesta yaitu benda-benda yang berada di langit, benda-benda yang berada di bumi dan benda-benda yang berada di antara keduanya. Kita dapat menemukan tentang hal ini pada beberapa surat yaitu
surat To-Ha (surat ke-20) ayat 6 :
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَمَا تَحۡتَ الثَّرٰى ﴿۶
“Kepunyaan-Nya lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah”
Lalu dalam surat Al-Furqan (surat ke-25) ayat 59 yang artinya:
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ *ۛۚ اَلرَّحۡمٰنُ فَسۡـَٔـــلۡ بِهٖ خَبِيۡرًا ﴿۵۹
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa…”
Juga dalam surat Al-Sajda (surat ke-32) ayat 4 yang artinya:
اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ*ؕ مَا لَكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّلِىٍّ وَّلَا شَفِيۡعٍ*ؕ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوۡنَ ﴿۴
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa…”
Dan surat Qaf (surat ke-50) ayat 58 yang artinya:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ*وَّمَا مَسَّنَا مِنۡ لُّغُوۡبٍ ﴿۳۸﴾
“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan”
Nah ternyata di Al-Quran(600an) udah ada tentang penciptaan alam semesta dalam 6 masa, tapi kenapa baru ketauan sekitar taun 1920 lebih sama Om Hubble dan Mas Albert .


Dari surat-surat tersebut di atas terlihat bahwa secara umum proses terciptanya jagat raya ini berlangsung dalam 6 periode atau masa dimana tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan. Disebutkan pula bahwa terciptanya jagat raya terjadi melalui proses pemisahan massa yang tadinya bersatu. Selain itu disebutkan pula tentang lebih dari satu langit dan bumi dan keberadaan ciptaan di antara langit dan bumi.
Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum para ahli mengemukakan tentang teori big bang (yang dimulai sejak tahun 1920-an), ayat-ayat Al-Quran telah secara jelas menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk.
UFO & ALIEN DALAM SEJARAH DUNIA
Pada masa kini, ketika berita tentang UFO menghiasi media-media, maka pertanyaanpun muncul. Adakah catatan sejarah mengenai kunjungan UFO atau Alien ke muka bumi ini di masa lampau? Saya mendaftar sebagian benda seni atau artefak zaman purba yang dianggap menggambarkan kunjungan UFO atau Alien. Penafsirannya bisa saja beragam dan sayangnya kita tidak punya satu orangpun untuk mengkonfirmasi kebenarannya.

Lempeng Lolladoff, ditemukan di Nepal, terlihat adanya objek berbentuk piring terbang di tengah dan makhluk menyerupai alien disampingnya.
Notes : artefak ini terbukti hoax. Baca disini.

Lukisan purba di gua Val Camonica, Italia. kemungkinan dilukis pada 10.000 SM. Menggambarkan dua makhluk seperti astronot.

Satu figurin berpakaian astronot, ditemukan di Kiev. Kemungkinan berumur 6.000 tahun.

Petrogliph berusia 7.000 tahun, ditemukan di Queretaro,Mexico pada tahun 1966. Ada empat figur dengan lengan terangkat ke langit dimana sebuah objek bulat terlihat memancarkan cahaya.

Patung-patung aneh berbentuk astronot. Ditemukan di Ekuador.
Petrogliph berumur ribuan tahun. Dilukis oleh suku Indian Amerika selatan. Menurut legenda rakyat India, dua objek bertabrakan di udara dan salah satunya jatuh ke wilayah lembah kematian. Beberapa orang lain tiba dan menghabiskan beberapa waktu memperbaiki kerusakan objek tersebut dengan disaksikan oleh suku indian setempat.

Ukiran-ukiran bergambar figur seperti alien. Ditemukan di Sego Canyon. Diperkirakan berumur 5.500 tahun.


Dua lukisan gua purba. Ditemukan di Tanzania dan diperkirakan berusia 29.000 tahun. Yang pertama ditemukan di Itolo dan menggambarkan beberapa objek seperti piring terbang. Lukisan kedua ditemukan di Kolo, menunjukkan empat figur yang mengelilingi seorang wanita.



Wandjina petrogliph dari Kimberley, Australia. Umurnya 5.000 tahun. Kemungkinan dibuat oleh suku aborigin.

Ini adalah lukisan dari sebuah buku berjudul "survei dengan ilustrasi dari negara-negara aneh". Ditulis pada tahun 1.400 SM. Tulisan yang menyertai gambar ini adalah : "Tanah Ji Gung, Penduduknya mampu membuat kereta terbang dan bepergian jauh apabila arah angin tepat. Pada masa Tarng (1.700 SM), penduduk Ji Gung menerbangkan sebuah kereta ke arah barat menuju Yew Jo...Kemudian, angin timur datang dan Tarng terbang dengan keretanya kembali ke negara asalnya (5.000 km).

Lukisan ini adalah reproduksi Relief artistik yang ditemukan disebuah labirin di pulau Jotuo di danau Toengt'ing, Jepang. Sebuah ekspedisi dilakukan pada tahun 1957 dipimpin oleh profesor Tsj'i Pen Lai. mereka menemukan berbagai relief bergambar manusia dengan pakaian aneh seperti astronot. Mereka juga menemukan lukisan berbentuk sistem tata surya kita. planet ketiga dan keempat (bumi dan Mars) dihubungkan dengan sebuah garis. Namun dilukisan itu ada planet kesepuluh (Planet X).

Lukisan ini berjudul Summer's Triumph. Dilukis di Bruges tahun 1538 dan saat ini dipamerkan di Bayerisches National Museum. Beberapa objek bebentuk piring terbang terlihat di bagian atas lukisan.

Ilustrasi yang menunjukkan dua kapal Belanda di laut timur yang melihat dua objek muncul di langit. Sumber ilustrasi ini adalah buku berjudul Theatrum Orbis Terrarum oleh Laksamana Blaeu.

Gambar yang menunjukkan penampakan UFO diatas Hamburg, Jerman. Lukisan ini tertanggal 4 November 1697.

Ukiran ini ditemukan di langit-langit New Kingdom Temple di Abydos, sekitar beberapa ratus mil selatan Kairo. Usia kuil ini diperkirakan 3.000 tahun. Ukiran pada langit-langit itu menyerupai helikopter, kapal selam dan pesawat.
Langganan:
Postingan (Atom)





